Monday, November 18, 2019
Early AccessGame ConsoleNewsPC WindowsPre-Release

Road Redemption : BERNOSTALGIA SEMBARI BAKU HANTAM DI ATAS MOTOR

904Views

Road Rash PS1Ingatan ketika memainkan game balap liar besutan Electronic Arts yang berjudul Road Rash mungkin masih membekas bagi gamer yang pernah intim dengan konsol legendaris seperti PlayStation 1. Tidak hanya saling tikung, bertukar pukulan dan tendangan juga menghiasi jalannya balapan, seru!. Tapi, kalau gamer punya ingatan tentang game ini, bisa dipastikan gamer sudah diusia matang, itu kalau tidak mau disebut tua, sih. Karena game ini pertama kali dirilis pada tahun 1991, 26 tahun lalu!.

Setelah lama menghilang dari peredaran, akhirnya game ini kembali dirilis dengan judul yang berbeda dan pengembang yang berbeda pula. Kali ini Pixel Dash Studio dan EQ Games yang menjadi pengembang dari game yang berjudul Road Redemption. Pada trailer game ini terlihat pertempuran antar geng motor menggunakan berbagai macam senjata, ataupun dengan tangan kosong. Tidak sampai di sana, adrenalin akan terpacu karena selain harus mengendarai motor sembari baku hantam, suara sirene polisi terus menghantui di sepanjang perjalanan.

Sayangnya, dari potongan trailer tersebut terlihat grafik yang ditawarkan terasa usang. Tidak terlihat seperti game balap yang beredar di masa sekarang yang penuh dengan beragam efek dan grafis yang memukau. Atau jangan-jangan ini bentuk nostalgia dalam arti sebenarnya, kembali ke era 90-an.

Road Redemption 2

Selain harus memenangkan balapan dengan cara kotor, fitur terbarunya adalah gamer bisa meng-upgrade kendaraan yang digunakan atau meningkatkan skill pengendaranya. Arena balapannya juga terasa lebih baru, dan yang sangat jadi pembeda pada versi sebelumnya adalah tidak ada adegan melompati gedung.

Road Redemption telah diliris dalam versi Early Access yang support untuk Windows dan Mac sejak pertengahan September lalu. Namun, secara resmi game ini akan dirilis pada 4 Oktober 2017 dengan harga Rp. 135.999. Menurut gamer, apakah itu harga yang pantas untuk sebuah nostalgia?.

(FRZ/KCK)

Comments

comments

Alfharis Magandhi
Anak Bawang + Blogger Wanna-Be