Monday, July 22, 2019
Game ConsolePlaystationReviewReviews

DRAGON BALL FIGHTER Z: SUGUHAN VISUAL APIK DALAM NUANSA KLASIK

426Views

Review overview

DRAGON BALL FIGHTER Z REVIEW8

Penggemar Dragon Ball patut bersuka cita diawal tahun ini. Pasalnya, Bandai Namco resmi merilis game terbaru dari serial ini pada akhir januari lalu. Game ini hadir dalam dua lajur konsol, yaitu XBOX dan Playstation 4. GD berkesempatan mencoba game ini pada konsol Playstation 4.

Saat memasuki menu gamers akan disuguhkan beberapa pilihan. Langsung menuju arena, bertualang atau melihat tayangan ulang pertarungan dari gamers dipelbagai penjuru dunia. Saat menjelajah menu gamers akan mengendalikan seorang avatar. Jika ingin mengganti avatar gamers bisa membelinya dengan menggunakan koin yang berhasil didapat.

Seperti diketahui Dragon Ball Fighter Z adalah game bergenre fighting. Secara garis besar seluruh permainan akan dijalani dengan pertarungan antar karakter. Gamers bisa memilih bermain sendiri, berdua dengan teman, atau bertanding secara online dengan gamers di tempat lain.

DRAGON BALL FIGHTER Z: SUGUHAN VISUAL APIK DALAM NUANSA KLASIK
Pada menu bertualang gamers hanya mendapat satu karakter saja, yaitu Son Goku. Dalam petualangan ini gamers seolah terjebak dalam tubuh Son Goku yang lupa bagaimana caranya bertarung. Lawan pertama yang harus dihadapi adalah Android 16.

Sedangkan dalam menu pertarungan biasa gamers akan mengendalikan tiga karakter sekaligus. Begitupun dengan sang lawan. Karakter yang sama bisa dipilih oleh kedua pemain. Gamers bisa mengganti karakter ditengah pertandingan selama karakter tersebut belum kehabisan darah atau energi (3 v 3 tag).
Sedikitnya terdapat 21 karakter yang bisa menjadi pilihan. Namun sayangnya tidak semua karakter dalam komik atau film Dragon Ball dimunculkan. Karakter ikonik seperti Jin Kura-kura, Mr Satan dan Yajirobe tak disertakan oleh Bandai Namco.

DRAGON BALL FIGHTER Z: SUGUHAN VISUAL APIK DALAM NUANSA KLASIK
Terdapat 13 pilihan tempat bertanding dalam game ini. Termasuk “Arena World Tournament” yang menjadi ciri khas. Bahkan planet Namec pun turut dihadirkan.

Secara keseluruhan game ini ingin mempertahankan sisi animenya. Anime legendaris dari masa lalu yang mencirikan tampilan tradisional kartun Jepang. Semua rancangan yang ada dalam game ini terasa bernuansa klasik ala anime era 1990an. “Ini adalah waktu untuk memperkenalkan game klasik 2D Dragon Ball untuk konsol generasi masa kini”, tulis Bandai Namco dalam laman resminya.

Hal ini patut mendapat apresiasi karena dengan tampilan 2D sosok Son Goku cs akan terlihat seperti yang telah lama dikenal oleh khalayak. Bukan sosok asing futuristik dari karakter diluar Dragon Ball. Juga bukan karakter yang bertransformasi menjadi “manusia nyata” atau sosok versi “live action”, seperti yang pernah dilakukan oleh Bandai Namco pada game Dragon Ball Xenoverse 3D.

Meski mengusung 2D namun tampilan visual yang dimiliki sangat atraktif. Ketajaman sudut terlihat di sana-sini. Setiap karakter bisa mengeluarkan jurus dengan efek dramatisasi yang cukup apik. Warna-warni yang hadir terasa memanjakan mata.

Kehadiran visual yang menawan tersebut tentunya bukan kebetulan semata. Untuk proyek ini Bandai Namco turut menggandeng Arc System Works yang hampir 30 tahun malang melintang dalam industri video game. Vendor ini juga tercatat pernah bekerja sama dengan SEGA, Capcom dan Nintendo. “Dragon Ball Fighter Z memaksimalkan grafis kelas atas dan mudah untuk dipahami”, tulis Playstation dalam laman resminya.

Comments

comments

otonk nurkholis
the authorotonk nurkholis
Perantai sepi