Monday, November 18, 2019
AndroidReview

Dilan 1991: Game Penuh Rayuan Puitis nan Romantis

302Views

Review overview

CIAYO Stories - Game Dilan7

Demam Dilan tengah melanda negeri ini. Pelbagai kalangan telah kadung menggandrungi dua sejoli yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Dilan dan Milea seolah menjadi ikon baru dalam dunia percintaan anak muda. Rayuan gombal khas Dilan pun kerap didengungkan atau diparodikan di banyak kesempatan.

Tak hanya dalam novel atau film layar lebar, kini aksi Dilan dan Milea juga bisa kita nikmati melalui video game. Game ini lahir berkat kerja sama yang apik antara Ciayo Comics, Agate Games, dan Pidi Baiq. “Game Dilan hadir dalam platform Ciayo stories berbentuk novel visual hasil adaptasi novel dan serial webtoon di Ciayo Comic”, tulis Agate Games pada keterangan resminya. Game ini meluncur di pertengahan Februari 2019, berdekatan dengan momentum perilisan film Dilan 1991.

Seperti telah dijabarkan sebelumnya, game ini merupakan hasil adaptasi dari novel dan film, tentunya hal ini juga memiliki pengaruh pada gameplay yang diusung. Gamers hanya perlu mengikuti alur cerita dari kisah Dilan. Dan secara khusus gamers akan berperan sebagai Milea yang akan terus dihujani kata-kata puitis nan romantis.

Cerita dalam game Dilan terbagi dalam banyak chapter, masing-masing chapter memiliki lika-likunya tersendiri. Cara bermain dalam game ini terbilang sangat sederhana, gamers hanya perlu melakukan ketukan pada layar agar cerita bisa terus berjalan. Pada beberapa situasi, gamers akan dihadapkan pada pilihan seperti menentukan busana yang dikenakan atau menjawab pertanyaan dari Dilan.

Ritme permainan terasa sangat lambat. Bagi gamers yang terbiasa memainkan game FPS, simulasi, atau fighting tentu saja situasi seperti ini akan terasa sangat membosankan. Tetapi, mungkin inilah konsekuensi yang harus diterima dalam mempertahankan konsep novel visual dalam video game.

Kurangnya variasi permainan juga membuat game Dilan terlihat monoton. Sepanjang permainan gamers akan terus dijejali dialog dalam bentuk tulisan yang cukup menguras ketahanan daya pandang. Terlebih, rayuan ala Dilan yang dilakukan secara berulang-ulang dapat memicu rasa jemu.

Bagi gamers yang setia mengikuti sepak terjang dua sejoli ini tentu tidak akan terperangah dengan kata-kata mutiara yang dilontarkan oleh Dilan. Terdapat banyak kemiripan, bahkan kesamaan dari dialog atau skenario dalam game dengan yang terjadi dalam novel atau film. Game ini seolah hanya mengulang adegan yang terjadi dan minim improvisasi.

Tampilan visual dalam game Dilan terbilang cukup baik. Warna-warni yang diusung tergolong lembut dan tidak melelahkan mata. Hampir serupa dengan versi webtoon yang memang dirancang untuk dipandangi dalam waktu yang lama. Salah satu kekuatan visual pada game Dilan adalah hadirnya bangunan ikonik atau sudut-sudut Kota Bandung yang cukup dikenal oleh khalayak. Pemunculan ini dirasa mampu menghanyutkan gamers dalam kisah romansa dua sejoli asal Kota Kembang.

Game ini memiliki ukuran file yang tergolong ringan, tak sampai 30 MB. Gamers bisa mengunduhnya di google playstore dengan cuma-cuma. Ukuran file yang ringan juga membuat game ini sangat bersahabat dengan pelbagai spesifikasi teknis smartphone.

(OTK/MSY)

Comments

comments

otonk nurkholis
the authorotonk nurkholis
Perantai sepi